Inilah beberapa foto tentang pesawat sukhoi superjet 100 yang hilang kontak (di duga jatuh) di bogor ketika peluncuran perdananya / rollout ke publik
Inilah beberapa foto tentang pesawat sukhoi superjet 100 yang hilang kontak (di duga jatuh) di bogor ketika peluncuran perdananya / rollout ke publik
Berikut ini adalah Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi Tentang Daftar Nama Honorer Kategori I dan Formulir Data Tenaga Honorer Kategori II
Lampiran SE MENPAN & RB Nomor 03 Tahun 2012
Mudah-mudahan bisa membantu bagi yang kesulitan mencari data tersebut secara online
Google adsense publisher Indonesia sekarang bisa berbahagia, karena google sekarang menerima bahasa Indonesia sebagai bahasa dalam web yang memuat iklan google. Dan bagi pendaftar baru google adsense akan lebih mudah mendaftar karena google menerima pendaftar dengan situs berbahasa Indonesia. Berikut berita resmi dari google :
AdSense now speaks Indonesian
Wednesday, February 01, 2012 | 8:00:00 AM
Labels: AdSense features , International
We’re glad to announce that Indonesian has just joined the family of AdSense supported languages. Let’s celebrate by raising our hands in a kecak dance, watching a wayang kulit show or cooking traditional Indonesian recipes.
If you have a website in Bahasa Indonesia, you’ll now be able to earn money by showing Google AdSense ads. To get started, sign up for an AdSense account. We’ll review your application and in the meantime, we recommend you get familiar with the basics of AdSense and our policies.
If you already have an AdSense account, simply implement AdSense on your site in Bahasa Indonesia to start displaying contextually targeted ads.
You can now also implement AdSense for Mobile content on your mobile sites in Bahasa Indonesia. Check out our Help Center to learn how to implement AdSense on a mobile site.
Selamat datang di program AdSense!
Posted by Emanuele Brandi, Product Sales Lead
Mudah-mudahan kemudahan oleh google ini di ikuti pula dengan kemudahan bagi para advertiser di google adwords, sehingga nilai bayaran per klik dari iklan2 indonesia akan semakin besar dan menambah penghasilan para web publisher Indonesia
Assalamu’alaikum, Pak Ustadz…
Sebelumnya saya mohon maaf jika Bapak kurang berkenan dengan surat terbuka ini.
Saya bukan solmeder’s yang konon menggandrungi Pak Ustadz setengah mati. Saya juga bukan orang yang setia menyimak kajian Pak Ustadz di televisi. Saya hanya sedang terheran-heran, mengapa Pak Ustadz yang mestinya jauh dari dunia gemerlap kok malah sering muncul di infotainment.
Beberapa hari lalu, saya membaca artikel di sebuah portal berita. Katanya Ustadz sedang dekat dengan penyanyi anu yang sedang naik daun itu. Dalam hati saya membatin, sekaligus berharap, janganlah berita itu menjadi kenyataan. Bukannya saya mengutuk sang biduan, Pak Ustadz. Tapi bapak harusnya lebih paham seperti apa ciri wanita shalihah dan bagaimana cara “mendekati” wanita tipikal seperti ini.
Ada bantahan yang melegakan hati saya, bahwa Pak Ustadz dan penyanyi itu hanya berteman, tak lebih. Karena sebenarnya hati Pak Ustadz sudah diisi oleh wanita lain. Tapi bantahan ini pun memberikan tanda tanya baru di hati saya; Pak Ustadz, sang guru ngaji yang masih bujangan, mengakui terang-terangan bahwa hatinya sudah terpikat oleh pesona seorang wanita? Ahay..
Esoknya, saya kembali melihat Pak Ustadz. Sayangnya bukan di tayangan pengajian, melainkan di infotainment; gudang beritanya para artis. Miris hati ini melihat bapak yang dikenal masyarakat sebagai sosok da’i mau diwawancara berdua dengan wanita yang bukan muhrimnya. Bahkan di tayangan tersebut bapak nyaris akan disuapi oleh si wanita. Oh, dialah rupanya si penunggu hati yang kemarin sempat bapak singgung.
Tak butuh waktu lama untuk kembali melihat wajah Pak Ustadz di acara gosip selebritis. Kali ini Pak Ustadz dengan wajah sumringah bercerita bahwa Bapak baru saja memberikan mobil sebagai hadiah bagi sang wanita.
Wanita itu pun ada di situ, berdua dengan Pak Ustadz, ikut tertawa riang di depan kamera. Ah, Pak Ustadz, tahukah bapak ada banyak orang muslim geleng2 kepala melihat tingkah bapak. Apalagi bolak balik bapak menegaskan bahwa hubungan kalian adalah ta’aruf. Saya belum habis pikir, kok bisa makna ta’aruf tidak ada bedanya dengan pacaran.Ustadz Solmed,
Sebagai ustadz tentu bapak jauh lebih paham bagaimana cara berta’aruf yang benar dalam Islam. Bagaimana menjaga adab dalam bergaul agar tidak terjadi fitnah dan bagaimana pula menghijabi hati bagi lawan jenis yang bukan muhrim. Perih hati saya melihat tayangan infotainment menyebut Pak Ustadz dan wanita itu sebagai pasangan kekasih. Kalau sudah begini, apa bedanya Pak Ustadz dengan artis lain yang diwawancara berdua dengan pacar mereka? Pak ustadz ta’aruf, mereka pacaran. Tapi sama-sama tampil berdua, menyiratkan kemesraan, dan sama-sama mau diekspos media infotainment.
Oh, mengapa ustadz yang seharusnya menjadi milik jamaah kini menjadi komoditi seperti ini. Ustadz adalah ustadz, jangan nyambi menjadi seleb. Itu adalah dua dunia yang berbeda, jauh berbeda. Tapi kalau boleh jujur, Pak Ustadz memang pantas menjadi selebritis. Wajah ganteng, hidup mapan. Seharusnya Bapak meneladani Briptu Norman, dia berani memilih untuk menjadi polisi atau selebriti.
Ustadz Solmed,
Waktu kecil, saya punya ustadz idola yang saya suka karena kerendahan suaranya dan entah mengapa hati ini selalu tersentuh kala melihat beliau berceramah. Ustadz kesukaan saya ini jarang tampil di televisi, belum tentu sepekan sekali. Ustadz Ihsan Tanjung namanya. Belakangan saya juga mudah tersentuh dengan ceramah Ustadz Quraish Shihab.
Rasa-rasanya bapak juga tahu suara hati sejumlah jamaah yang kini mulai gusar dengan mudahnya seseorang disebut ustadz. Bermodal wajah yang kameragenik, gaya yang terus up to date dan model berceramah yang atraktif, seorang penceramah kini bisa dengan mudah menjadi ustadz. Lalu setelah terkenal, acara ceramahnya punya rating tinggi, naiklah derajatnya menjadi bintang iklan, bahkan MC acara hiburan.
Pak Ustadz,
Melalui surat terbuka ini, saya bukannya ingin menasehati Bapak. Toh saya juga jauh dari kefahaman terhadap ilmu agama. Saya hanya ingin menyampaikan kegundahan hati seorang umat, bahwa sebagai da’i apa yang bapak lakukan menjadi contoh dan teladan bagi umat. Jika memang sedang dekat dengan seorang wanita, janganlah mengklaim itu sebagai ta’aruf. Kasihan muda mudi kita Pak, bila kini mereka lebih merasa aman berdua-duaan dengan lawan jenis lantaran menganggap itulah proses ta’aruf seperti yang Pak Ustadz contohkan.
Konon bapak baru akan menikahi si gadis empat bulan lagi. Empat bulan adalah waktu yang tidak sebentar bagi insan yang tengah mencandu asmara. Saya pernah melewati fase seperti Pak Ustadz saat hendak menikah. Menunggu sebulan saja badan ini rasanya meriang tak karuan. Waktu menjadi terasa sangat lama. Dan bayangan di benak sudah terisi oleh hal yang tidak-tidak saja.
Semoga Ustadz Solmed membaca surat terbuka saya ini.
Sebaiknya segeralah nikahi gadis tersebut, karena masyarakat kini mulai enteng menyebut “Oh, itu to, pacarnya Ustadz Solmed..” yang membuat miris siapa pun yang mendengar. Jika memang Pak ustadz masih harus menunggu empat bulan lagi, janganlah memamerkan kedekatan kalian di televisi. Lakukanlah ta’aruf sebagaimana seharusnya dilakukan. Jangan menghaluskan bahasa dari pacaran menjadi ta’aruf. Sekali lagi, kasihan jamaah yang banyak mengidolakan bapak.
Cukup sekian surat dari saya, semoga besok dan seterusnya, saya tak lagi menjumpai Pak Ustadz di tayangan gosip. Karena ustadz adalah da’i, bukan selebriti.
Wassalammu’alaikum wr wb
Tribute to : http://www.facebook.com/notes/bumi-bumi-sugan/surat-terbuka-untuk-ustadz-solmed-ustadz-sholeh-mahmoeddai-center-part-of-uje-ce/10150318258011836
TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia – The paper points out that there are three choices for motor oil. There are Mineral based detergent (both straight weight and multi-grade), non-detergent oils, and new synthetic oils. As Wayne Russert points out there was only non-detergent, straight mineral oil with no additives available in 1928 through 1931 for the Ford Model A. The purpose of an engine oil, as pointed out by our “oily” expert Don Nelson, is to Lubricate, Prevent Wear, Prevent Corrosion, and Cool the engine.
The American Petroleum Institute (API) developed a classification system for labeling motor oils which are still used today. The equivalent oil that was originally used in the Model A would be labeled SA a non-detergent no additive oil. The designation SA stands for Service (or Spark) and the A for the “first designation”. There are many classes of oils from SA to now SM that can be found. The later in the alphabet the more (or in some cases less) additives have been blended into the oil. SB oils have minimal additives and are non-detergent.
The Society of Automotive Engineers (SAE) developed a method of classifying the viscosity or grade of motor oils. Viscosity is the property of resistance to motion. Referred to as “weight” lower numbers mean less viscosity. A 10 weight oil is thinner than a 40 weight oil at a given temperature. There are two types of these motor oils, “straight weight” and “multi-grade”. Multi-grade oils have Viscosity Index Improvers added that improved oils so that they flowed freely at low temperatures, but provide the required viscosity at high temperatures. A straight weight oil would be, as an example, labeled 30 weight, while a multi-grade oil would be labeled 10W-30 (the W in the designation stands for “Winter” not weight). The example 10W-30 multi-grade oil will provide 10 weight performance at about 32 deg. F and then increase to 30 weight as the engine warms up.
All this brings us to the designation “HD” which has come to mean a modern “Straight Weight Detergent” oil. Generally, HD oils have all of the modern additives listed in the next section. Detergent oils with modern additives add significant value to your engine. SA oils are devoid of any additives, and detergents, while SB non-detergent oils are only slightly better. Non-Detergent oils are still produced and serve for lubrication of gear boxes, compressors, and other devices which will not benefit from modern oil additives, and therefore are less expensive.
NON-Detergent oils:
If you want to use EXACTLY the oil used by the Ford Motor Company in 1928 to 1930 then you have to find an SA pure mineral oil (not easy these days). However, you will give up Anti-Wear, Corrosion, Anti-Oxidant, Anti-Foaming and Multi-Grade Viscosity protections. If you insist on a non-detergent oil but want to have some minimal protection select an SB designated oil, if you can find it! Be aware, if you go this route, you WILL NOT have combustion generated particulate materials suspended in the oil (since the detergent/dispersal function is not included), and they will not all drain out with the used oil.
Straight weight Detergent oils:
If you want the protection of all of the additives available today in modern oils you then have two choices. Choose a straight weight “HD” oil or find a straight weight non-detergent “SA” oil and add an additive. However, be aware that your straight weight oil will not have the benefit of changing viscosity with temperature. As an example 30 weight HD means that your engine will “see” a 30 weight oil at cold weather startup and remain a 30 weight oil at higher temperatures.
Note: If you add STP or other similar additive products with low to high values of Viscosity Index Improvers (usually said to make the oil super slippery) to a straight weight oil, you are in fact making a multi-grade oil out of it with the cold weather startup weight (in our example) of the base oils weight, 30 weight in our example, and a high temperature weight of a higher but unknown value … you will be making a 30W-?? oil.
Multi-Grade Detergent oils:
If you want protection of all of the additives and the further advantage of a lower cold weather startup flow for your oil (probably a good idea here in Colorado with unheated garage temperatures in the winter of about 32 deg F), choose a multi-grade oil such as 10W-30 or some such oil. Thus you will gain the advantages of modern additives with the added advantage of cold temperature oil flow in your low oil pressure (3 psi) Model A engine. However, see the warning below if choosing an oil with an API classification of SM.
Note: Adding a commercial additive product to multi-grade oils will have unknown effects. For example; adding STP or another commercial product, with high values of Viscosity Index Improvers to a multi-grade oil formulated to a 10W-30 will change its overall viscosity rating to ??W-??, with unknown results other than costing you some money.
API Classification choices:
Modern oils in today’s marketplace usually are multi-grade and have designations SM. Generally, you have to really shop around to find multi-grade oils with designations less than SM. It is usually easy to find straight weight oils labeled HD which have an API classification of CF-4 (equivalent to SJ) which are used for tractors, trucks and other utility vehicles. A search of my barn yielded a case of Havoline 10W-30 with the SM classification, a few plastic bottles of SAE 30 weight Pennzoil with the classification SG, some old cans of 30 weight Pennzoil with the classification SE, and 10 quarts of Shell 30 weight utility oil, with the classification CF-4 which is equivalent to SJ.
TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia - Pelumas pada mesin bagaikan peredaran darah dalam tubuh manusia. Sehingga memiliki arti yang sangat penting kemampuan kinerja mesin, tanpa pemilihan dan pemakain pelumas yang tepat akan berakibat kerusakan pada mesin anda.
Baik itu mesin otomotif atau penggunaan mesin industri. Setelah di gunakan dalam jangka waktu tertentu oli akan berubah warna, jadi perubahan warna pada oli bekas adalah hal yang wajar, dan bukan berarti bahwa oli tersebut tidak baik. Tapi jika perubahan warnanya terlalu cepat, maka berarti ada kemungkinan terjadi kerusakan komponen mesin yang menyebabkan oli cepat teroksidasi.
Oli TOP 1 sebagai oli sintetik mobil-motor mempunyai sifat-sifat dan keunggulan sebagai oli yang terbukti terbaik di Indonesia.
diantara keunggulannya adalah
Memberikan perlindungan maksimum terhadap mesin.
Tahan terhadap panas (pendingin)
Memelihara keberesihan mesin (pemberesih)
Mengontrol pembentukan endapan dengan lebih baik
Keseimbangan oksidasi yang lebih baik pada temparatur tinggi
Melindungi terhadap karat, aus dan pembentukan kotoran
Oli sintetis memiliki hasil kerja yang lebih bagus dibanding oli mineral.Tingkat oksidasinya lambat sehingga oli sedikit menguap. Lapisan film juga lebih bagus. Sehigga mengurangi tingkat gesekan antar komponen yang bergerak.
Tingkat kekentalan oli atau “VISKOSITY-GRADE” adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli.
Kode pengenal Oli adalah huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers.
Rentang viskositas oli mineral antara 100-110. Sedangkan viskositas sintetik di atas 140. Hal ini harus dicantumkan oleh produsen dalam setiap kemasan oli
Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian pengendara dalam mengisi oli
1. Apabila kapasitas oli berlebihan, maka crankshaft akan menyentuh genangan oli yang ada di bak karter, sehingga oli menjadi berbusa yang berisi udara/gas. Hal ini dapat menimbulkan oli menjadi lebih cepat panas / overheat, beroksidasi dan kehilangan tekanan oli (loss of oil pressure).Oli yang berbusa susah untuk dipompa oleh pompa oli sehingga komponen mesin yang seharusnya mendapatkan pelumasan menjadi kering, dan akan rusak / macet.
2. Selain itu, oli yang berbusa akan membuat tekanan gas yang berlebihan di dalam ruang mesin, sehingga melalui jalur sirkulasi (PCV) akan terdorong (blow by gas) ke filter udara. Biasanya filter udara menjadi basah oli.
3. Tekanan udara dari oli yang berbusa tersebut, juga merembes keluar melalui seal-seal yang ada di mesin.
4. Penggantian oli sebaiknya dilakukan pada saat mesin dalam keadaan agak panas, sehingga oli bisa keluar semua
5. Menyemprot lubang masuk oli bisa beresiko, karena udara kompresor yang mengandung air, sehingga bisa menimbulkan karat pada mesin mobil-motor
Sedemikian pentingnya untuk kendaraan bermotor maupun mesin-mesin industri membuat para ahli terpacu untuk membuat formula pelumas berkualitas tinggi. TOP 1 hadir ditengah-tengah keperluan masyarakat akan pelumas sintetik yang berkualitas. Jadi jangan lupa untuk selalu menggunakan TOP 1 pada mesin mobil motor anda, karena
TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia yang terbaik untuk anda.